Tips Menguleni Adonan Donat atau Roti

Tips Menguleni Adonan - Kue donat merupakan salah satu makanan ringan yang dalam proses membuatnya harus di uleni, Jika kita tidak memiliki alat seperti  bread maker ataupun mixer yang harganya cukup mahal contoh alatnya seperti  heavy duty dan lainnya. Akan tetapi kita harus tetap bersyukur ya Donaters, karna kita diberi alat yang tidak kalah canggih pemberian Tuhan YME, yaitu kedua tangan kita.

Dengan menggunakan kedua tangan kitapun, kita seharusnya mampu bikin adonan donat atau adonan lainnya yang memang perlu untuk di uleni. Nah, ketika kita membicarakan masalah menguleni adonan kue, ini sangat penting dan harus diperhatikan dalam proses pembuatannya. Baik dalam proses pembuatan donat, roti ataupun adonan kue lainnya yang adonannya harus diuleni.

Walapun sekarang ini banyak resep roti atau donat yang tidak mengharuskan untuk diuleni. Namun citarasa yang akan kita dapat juga berbeda tentunya.

Dalam proses menguleni adonan inilah yang terkadang membuat  banyak orang baru belajar cara membuat donat agak jengkel ketika mencoba bikin kue sendiri di rumah. Tapi tetp semangat ya, sebab se-ahli apapun seorang chef, pasti pernah mengalami ke gagalan.

Saya sendiri sering mengalami kegagalan karena terlalu pede dan akhirnya lupa akan suatu hal. Jadi tetap mencoba walau hasilnya belum se-enak buatan orang lain. Berawal dari kegagalan yang sering dialami ini lah yang akan memeberikan kita sebuah ilmu, sehingga kita akan menguasai tips dan trik untuk membuatnya.

Nah, oleh sebab itu saya akan berbagi sedikit tips cara menguleni adonan donat berdasar pengalaman pribadi. Semoga bisa bermanfaat buat Anda yang sedang belajar ya.

Tips Menguleni Adonan Donat atau Roti

Tips menguleni adonan donat :

1. Takaran Harus Sesuai


  • Untuk bahan kering harus sesuai dengan resep. Timbang dan ukur bahan adonan seakurat mungkin.
  • Untuk bahan cair bisa dibilang fleksibel, sebab akan tergantung pada kelembaban tepung yang digunakan.
  • Untuk bahan tambahan seperti adonan yang dicampur dengan pisang, kentang, ubi, labu dll, tentu saja berbeda2 penambahan airnya.

Agar bahan sesuai takaran dan akurat. Pastinya Anda perlu alat timbangan atau paling tidak Anda mempunyai sendok takar yang khusus untuk di dapur. Harganya cukup murah per 1setnya mulai dari Rp. 25.000 s/d Rp. 75.000, karna alat ini tersedia dalam beberapa jenis bahan, ada yang terbuat dari plastik, stailess, dll. Jika Anda kesulitan dalam meng-konversi dari ukuran gram ke cup ataupun sebaliknya, nanti akan saya tulis caranya ya. Dari pada Anda mengira-ngira takaran bahan, cara ini akan lebih efektiv.

2. Campur Bahan Kering Lebih Dulu.

Sebelum kita mencampurkan bahan cair seperti telur, baiknya kita campur bahan-bahan kering lebih dahulu. Setelah itu baru kita masukkan telur. Ini dilakukan jika dalam resep menggunakan telur, sebab ada juga donat yang tidak perlu memakai telur, contohnya resep yang pernah saya tulis ini : Resep Cara Membuat Doat Kentang Tanpa Telur Empuk

  • Masukan atau campurkan bahan cair dengan sedikit demi sedikit, jangan menuangkannya semua secara langsung.
  • Jika sekiranya adonan sudah kalis, bahan cair tidak perlu dicampurkan semua. Kita uleni saja sampai adonan benar-benar kalis. Namun jikalau adonan belum kalis sempurna ya tidak masalah. Kita juga tidak usah terburu-buru menambahkan air, karena nanti disaat kita menambah margarin/mentega, dengan sendirinya adonan akan melemas.
  • Sesudah itu barulah kita masukan bahan lainnya, yakni bahan lemak (margarin/mentega) dan garam, selanjutnya uleni kembali hingga kalis dan elastis sempurna.
  • Jangan kaget ketika kita mencampurkan bahan lemak, memang pada awalnya akan terkesan basah pada adonan dan biasanya agak sedikit susah tercampur dengan bahan adonan lain. Tenang saja ya, tidak usah cemas dan panik. Uleni saja terus sambil adonan ditarik-tarik menggunakan tangan. Lama kelamaan adonan dan mentega akan tercampur, dan adonanpun akan menjadi mulus dan mudah ditangani.

Tehnik atau metode menguleni adonan agar mudah kalis, yaitu memakai tehnik seperti ketika kita menncuci baju secara tradisional. Tentunya masih ingat kan tehnik ini, yaitu menguleni adonan dengan cara ditarik lalu dilipat mundur ke arah kita. Kemudian adoan dibanting dan dipukul layaknya mencuci baju.

3. Ciri-ciri adonan sudah kalis.

Tips Menguleni Adonan Donat atau Roti

  • Adonan donat yang sudah kalis itu memiliki ciri-ciri seperti adonan mulus.
  • Tidak lengket ketika dipegang.
  • Dan jika adonan kita tarik kemudian dibuka memakai tangan, adonana akan terlihat seperti bentuk serat.

Nah, adonan seperti itulah yang sudah siap untuk difermentasikan atau didiamkan.

4. Proses Fermentasi Tidak Terlalu Lama


  • Ketika proses Fermentasi jangan ditinggalkan terlalu lama, apalagi ditinggal semalaman. Karena adonan donat ini menggunakan campuran ragi cukup banyak.
  • Jika proses fermentasi over atau telalu lama, adonan akan memiliki pori-pori yang berlebihan. Akibatnya akan sulit dibentuk, adonan menjadi lembek dan memiliki rasanya tidak enak karna akan jadi sedikit asam bahkan jadi pahit. #Namun akan berbeda jika kita membuat adonan kue yang menggunakan ragi sedikit, seperti adonan pizza misalnya yang memang tanpa harus diuleni. Dan adonan seperti itu bisa dimalamkan, itupun harus dimasukan ke dalam lemari pendingin ataupun kulkas. Sebab suhu dingin dalam kulkas bisa menghambat kinerja ragi dalam sebuah adonan. 
  • Tujuan adonan didiamkan adalah agar adonan relax dan membentuk pori-pori adonannya.

5. Yang mempengaruhi adonan donat mengembang atau tidak disaat proses fermentasi

Tips Menguleni Adonan Donat atau Roti

  • Mengembang atau tidaknya adonan, bukan hanya metode menguleni yang harus benar. Selain itu bahan lain seperti ragi harus dalam keadaan masih berfungsi. Ragi adalah mikro organisme hidup. Jadi, jika bahan ini terkena panas denga suhu tinggi akan mengakibatkan bahan mati atau tidak berfungai.
  • Maka dari itu jika ragi yang dipakai masih trrsisa, bungkus kembali menggunakan plastik klip agar rapat dan tidak masuk angin lalu simpan di kulkas. #Jika ragi yang akan dipakai sudah cukup lama tersimpan dilemari pendingin, lebih baik di tes dahulu.

6. Cara mengetahui ragi masih berfungsi

Untuk mengetahui ragi masih bisa berfungsi atau tidak kita bisa mengetesnya dengan cara berikut :

  • Siapkan sedikit air hangat.
  • Campurkan gula kedalam air.
  • Ambil sedikit ragi yang akan dipakai kedalam wadah
  • Kemudian campurkan air kedalamnya
  • Diamkan Selama 15 menit.
  • Jika ragi masih berfungsi, maka ketika di diamkan ragi akan naik kepermukaan dan airnya jadi berbusa.

Selain air panas, ragi akan mati ketika bertemu atau dicampur dengan garam. Jadi disaat kita hendak menyampur ke dalam sebuah adonan, jangan mengaduk atau mencampur secara langsung. Makanya dalam sebuah resep adonan donat, instruksi pencampuran garam selalu di tahap akhir.

7. Ciri-ciri adonan bagus dan berhasil

Apabila adonan sudah di fermentasikan, adonan yang baik dan berhasil adalah seperti adonan yang memiliki ciri seperti berikut :

  • Adonan mengembang 2 kali lipat  dari adonan awal.

Sebetulnya hal ini akan tergantu pada suhu atau cuaca. Jika kita membuat disaat musim hujan, saat fermentasi mungkin akan lebih lama. Yang terpenting adalah adonan mengmbang atau naik dua kali lipat volumenya. Sebelum kita membentuk adonan, kita perlu mengempiskan adonan terlebih dahulu. Fungsinya adalah supaya gas dalam adonan terbuang. Cara cukup mudah kita bisa menggunakan tangan atau roll. Disinipun akan terlihat adonan yang kita buat bagus atau tidak, jika adonan bagus ketika dikempiskan tidak akan lengket. Namun jika sebaliknya berarti adonan belum berhasil.

8. Agar donat memiliki ukuran yang sama.


  • Dalam proses memotong-motong adonan, kita perlu menimbangnya. Fungsinya agar semua donat memiliki ukuran yang sama.
  • Proses pemotongan ini harus dilakukan secepat mungkin, sebab proses kerja ragi akan terus berjalan.
  • Jika sudah kita potong dan kita ditimbang. Lanjutkan dengan membulatkan potongan supaya adonan membentuk kembali dan rata.
  • Kembali diamkan selama 10-15 menit. Ini yang biasanya disebut fermentasi kedua. Tujuannya adalah biar adonan rilex dan memiliki permukaan yang halus. #Setelah itu, tinggal kita proses untuk dibentuk layaknya donat sesuai selera.
  • Selanjutanya digoreng atau dioven.

Selesai. Jika ada masukan lain, silahkan tinggalkan komentar, yang nantinya akan saya update dan saya tulis disini.

Baca Juga :



Sekian tips menguleni adonan donat atau roti kali ini. Artikel ini akan saya update jika memang ada yang baru dalam cara menguleni adonan. Selamat mencoba dan terima kasih sudah berkunjung di ResepDonat.Info

0 Response to "Tips Menguleni Adonan Donat atau Roti"

Posting Komentar